Facebook Investasi di Dua Proyek Kabel Bawah Laut RI – Amerika Utara

Facebook berinvestasi di dua proyek kabel bawah laut yang menghubungkan Indonesia hingga Amerika Utara. Perusahaan menggaet Google dan XL Axiata untuk membangun infrastruktur pendukung internet ini.

Teknisi memperbaiki perangkat di Base Transceiver Station (BTS) salah satu provider seluler, untuk sinyal yang lebih baik, di Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat, Senin (12/8/2019).

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Facebook berinvestasi di dua proyek kabel bawah laut yang menghubungkan Singapura, Indonesia hingga Amerika Utara. Raksasa teknologi itu menggandeng Google, Telin, Keppel, dan XL Axiata Telkomsel untuk menyediakan infrastruktur pendukung internet ini.

Kedua kabel bawah laut itu diberi nama echo dan bifrost. Untuk membangun echo, Facebook berkolaborasi dengan Google dan XL Axiata.

Sedangkan untuk membuat bifrost, Facebook menggaet anak usaha Telkom yakni Telin dan konglomerat Singapura Keppel.

“Itu akan menjadi dua kabel pertama yang melewati rute baru, melintasi Laut Jawa,” kata Vice President of Network Investments Facebook Kevin Salvadori dalam siaran pers, Senin (29/3). Ia mengatakan, kedua jaringan ini akan meningkatkan kapasitas jaringan trans-pasifik secara keseluruhan sekitar 70%.

Namun, kedua proyek masih dalam proses persetujuan pemerintah. Sedangkan Facebook menargetkan kabel echo rampung 2023, sementara Bifrost pada 2024.

Kevin mengatakan, perusahaan berinvestasi pada infrastruktur jaringan karena pandemi Covid-19 meningkatkan kebutuhan akses internet. Selama pandemi corona, permintaan internet 4G dan 5G meningkat pesat di Asia Pasifik.

“Maka dari itu, kami bekerja sama dengan mitra dan regulator untuk memenuhi semua kekhawatiran masyarakat,” kata Kevin.

Pada tahun lalu, Facebook menggaet perusahaan teknologi informasi (IT) PT Alita Praya Mitra (Alita). Kerja sama ini menghasilkan 3.000 km serat fiber optik di 20 kota, termasuk Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Fiber optik adalah jenis kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik halus untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lain. Infrastruktur ini kemudian diintegrasikan dengan Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler.

Lalu, perusahaan telekomunikasi memodernisasi jaringan dengan cara menghubungkan menara BTS melalui jalur fiber atau disebut fiberisasi. Langkah ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas jaringan hingga lima kali lipat.

Selain itu, Facebook meningkatkan konektivitas dengan memperluas jangkauan Wi-Fi melalui Express Wi-Fi.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah ingin agar kabel-kabel fiber optik hasil investasi Facebook bisa langsung disalurkan dari Jakarta hingga tujuan akhir.

“Fiber optik ini akan mendukung pengembangan peta jalan digital Indonesia, meningkatkan literasi digital warga, meningkatkan konektivitas di seluruh wilayah kepulauan Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai hub digital di regional,” katanya.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan bisa membangun BTS jaringan 4G di 4.200 desa dan kelurahan pada tahun ini. Menteri Kominfo Johnny Plate mengatakan, kementerian sudah menyiapkan anggaran untuk ini. “

Pemetaan telah dilakukan dan telah dilaksanakan ground segment,” kata Johnny saat rapat dengan Kominfo di gedung DPR, Jakarta, Februari lalu (1/2).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Facebook Investasi di Dua Proyek Kabel Bawah Laut RI – Amerika Utara” , https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/6061a52bac0be/facebook-investasi-di-dua-proyek-kabel-bawah-laut-ri-amerika-utara
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Desy Setyowati