Kembangkan Virtual Technopark, Kementerian Perindustrian Bersinergi dengan Multi-Stakeholders

MIX.co.id – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia resmi bersinergi dengan multi-stakeholder melalui penandatangan kerja sama pengembangan Virtual Technopark, pada pertengahan September ini secara hybrid, baik virtual maupun tatap muka dari Jakarta dan Surabaya.

Penandatanganan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dengan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Indosat Ooredoo, Polytron, dan Alita Praya Mitra.

“Kerja sama dengan banyak pihak, asosiasi, akademisi, perusahaan serta stakeholder yang lain akan membuat Virtual Technopark ini menjadi semakin berkembang dan turut dapat mendukung terciptanya industri yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa, pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten untuk bekerja pada Sektor industri 4.0, riset dan prototype untuk mendukung transformasi digital sektor industri unggulan,” papar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

Sejak 2005 Kemenperin telah membangun 14 pusat pertumbuhan telematika seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Cimahi, Semarang, Bali, dan lainnya. Guna memberikan salah satu solusi terhadap keterbatasan bekerja, bertemu, dan berinteraksi saat ini, Technopark-pun harus berevolusi.

“Virtual Technopark ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi semua pihak yang pada akhirnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia. Asosiasi mendukung kolaborasi ini agar dapat berkembang lebih jauh, di mana Virtual Technopark menjadi supermarket pengembangan hingga pemasaran berbagai solusi dan talent di bidang telematika, khususnya berbasis IoT,” tambah Ketua Umum ASIOTI, Teguh Prasetya.

Pengembangan Virtual Technopark ini sebagai solusi keterbatasan tatap muka dan membuka ruang kerja sama lebih luas. Semua pihak yang bisa bergabung di virtual Technopark tidak hanya yang tergabung dalam Technopark secara fisik, tetapi juga industri digital di seluruh Indonesia yang mendaftarkan diri.

Startup juga bisa memanfaatkan wadah Virtual Technopark ini untuk mengikuti program pendampingan, menjadikan sebagai showcase bagi produknya, pengembangan RnD, hingga pemasaran atau mencari investor.

Diakui Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Alita Praya Mitra Martini Soejatno, “Kami melihat pentingnya wadah seperti Virtual Technopark ini sebagai sarana komunikasi dan maju bersama antara startup, pelaku industri, dan institusi pendidikan di bawah dukungan regulator.”