Kementerian Perindustrian Kolaborasi dengan Multi-Stakeholders Kembangkan Virtual Technopark

JAKARTA – 16 September 2021: Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan multi-stakeholder dalam mengembangkan virtual Technopark sebagai solusi keterbatasan tatap muka dan membuka ruang kerjasama lebih luas.

Penandatangan MoU pengembangan Virtual Technopark dilaksanakan hari ini secara virtual dan tatap muka dari Jakarta dan Surabaya antara Kementerian Perindustrian dengan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Indosat Ooredoo, Polytron, dan Alita Praya Mitra.

“Kerjasama dengan banyak pihak, asosiasi, akademisi, perusahaan serta stakeholder yang lain akan membuat Virtual Technopark ini menjadi semakin berkembang dan turut dapat mendukung terciptanya industri yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa, pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten untuk bekerja pada Sektor industri 4.0, riset dan prototype untuk mendukung transformasi digital sektor industri unggulan,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier.

Sejak tahun 2005 Kemenperin telah membangun 14 (empat belas) pusat pertumbuhan telematika seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Cimahi, Semarang, Bali, dan lainnya. Guna memberikan salah satu solusi terhadap keterbatasan bekerja, bertemu dan berinteraksi saat ini, Technopark-pun harus berevolusi.

“Virtual Technopark ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi semua pihak yang pada akhirnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia. Asosiasi mendukung kolaborasi ini agar dapat berkembang lebih jauh dimana Virtual Technopark menjadi supermarket pengembangan hingga pemasaran berbagai solusi dan talent di bidang telematika, khususnya berbasis IoT,” ujar Ketua Umum ASIOTI, Teguh Prasetya.

Virtual technopark akan menghapuskan berbagai keterbatasan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Semua pihak yang bisa bergabung di virtual technopark tidak hanya yang tergabung dalam technopark secara fisik, tetapi juga industri digital di seluruh Indonesia yang mendaftarkan diri. Startup bisa memanfaatkan wadah ini untuk mengikuti program pendampingan, menjadikan sebagai showcase bagi produknya, pengembangan RnD, hingga pemasaran atau mencari investor.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Alita Praya Mitra, Martini Soejatno menjelaskan pihaknya melihat pentingnya wadah seperti Virtual Technopark ini sebagai sarana komunikasi dan maju bersama antara startup, pelaku industri, dan institusi pendidikan di bawah dukungan regulator.

 

***