Lebih Sayang Siapa? Ponsel atau …?

Oleh: Mara Ariyani

Hal apa yang pertama kamu lakukan ketika bangun tidur? Memegang ponsel atau …?

Jangan kaget kalau jawabannya adalah ponsel, karena sekarang hal tersebut sudah menjadi fenomena global. Hasil riset lembaga internasional, International Data Corporation (IDC) tahun 2018 mengungkapkan bahwa 80 persen pengguna smartphone mengecek layar ponsel mereka dalam waktu 5 menit setelah bangun tidur.

Teknologi yang ada saat ini memungkinkan kita untuk beraktivitas di depan layar ponsel, mulai dari belanja, mengoperasikan perangkat rumah tangga dan tempat tinggal, menyelesaikan pekerjaan, hingga berolahraga.

Tidak hanya saat bangun tidur, Global Mobile Consumer Survey 2018 dari Deloitte bahkan mencatat rata-rata pengguna smartphone akan mengecek ponsel mereka sebanyak 47 kali dalam sehari.

Jadi, jangan heran jika waktu yang dihabiskan di layar ponsel jauh lebih lama dibandingkan dengan waktu kamu berinteraksi sosial dengan orang di sekitar.

Pemandangan satu keluarga makan bersama satu meja di restoran, namun, masing- masing sibuk dengan ponsel, atau rencana reuni berakhir dengan sesi foto untuk diunggah ke media sosial tanpa adanya obrolan seru mengenai perjalanan hidup satu sama lain, menjadi hal yang sering kamu lihat. Atau pernah mengalaminya juga?

Seringnya kita menghabiskan waktu di depan ponsel juga tercatat pada Indonesia

Millenial Report 2019, IDN Research Institute, dimana terdapat 63 juta millenial di indonesia (usia 20-35 tahun). Sebanyak 94,4 persen diantaranya telah terkoneksi internet dengan mayoritas waktu konsumsi 4-10 jam per hari.

Dari jumlah tersebut, Sebanyak 13,4 persen senior millenial dan 6,5 persen junior millenial menghabiskan 7 – 10 jam per hari waktu untuk mengkonsumsi internet. Riset ini dilakukan sebelum masa pandemi yang berimbas dengan kebijakan bekerja dari rumah.

Lalu, apakah sayang dengan ponsel itu baik?

PEW Research Center telah meneliti warga Amerika yang sudah dewasa kemudian menemukan 67 persen di antaranya mengaku mengecek ponsel mereka, walaupun tidak berbunyi atau bergetar. Itu adalah salah satu tanda adanya kecanduan ponsel pada seseorang.

Ada juga tanda yang sebaiknya dijadikan alarm untuk mulai membatasi penggunaan ponsel kamu, seperti dilansir Psych Guides, yaitu: merasa perlu untuk menggunakan telepon seluler dengan sering, merusak hubungan atau pekerjaan karena fokus kamu lebih banyak ke layar ponsel, ingin ponsel tipe terbaik, dan merasa cemas saat tidak memegang ponsel dalam waktu tertentu.

Saat beristirahat, penting untuk memasang ponsel dalam mode silent saat tidur. Hal itu akan membuat tidur lebih nyenyak. Kualitas istirahat akan sangat terganggu manakala bunyi notifikasi ponsel selalu terdengar. Gangguan yang ditimbulkan bukan semata karena bunyi notifikasi, tetapi lebih karena godaan untuk selalu segera membuka ponsel.

Nikmati hobi, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melakukan apa yang sangat disukai tanpa gangguan. Kegembiraan saat kita menikmati hobi tidak akan tergantikan oleh gawai.

Penting untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai. Jangan tukarkan senyum bahagia keluarga, sahabat, teman, pasangan dan anak-anak dengan senyum virtual. (corcomm/fim)