Pilih mana: Terdistrupsi atau Mendistrupsi?*

Di era teknologi saat ini, perusahaan yang telah berdiri puluhan tahun pun menjadi rentan terhadap distrupsi yang bisa datang dari mana saja. Satu bidang pekerjaan bisa hilang digantikan oleh teknologi, namun di sisi lain banyak lapangan pekerjaan baru yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya.

Jika dahulu kita seringkali melakukan sesuatu dalam rentang cukup baik saja, sekarang tidak bisa lagi. Kita akan mati. Di dunia yang saling terhubung, dimana semuanya sama-sama memiliki kinerja sempurna, maka yang tersisa hanyalah kita sebagai manusia dengan kreativitas, inovasi, imajinasi, emosi, dan etika.

Di era digital saat ini, dunia mengalami perubahan yang sangat cepat dan dinamis. Digitalisasi mengakibatkan distrupsi. Pilihannya tinggal apakah kita yang terdistrupsi atau mendistrupsi. Berdasarkan laporan IDC, IBM, dan Google, perubahan digitalisasi ditopang oleh 4 pilar, yaitu CAMS yang merupakan singkatan dari Cloud, Analytics, Mobility, dan Social.

Pilar pertama, Cloud

Teknologi ini memampukan setiap orang untuk berbagi informasi yang rahasia dan aman serta secara berkelanjutan mampu membangun kapabilitas baru dalam bekerja dengan efisien. Adopsi teknologi cloud memungkinkan manusia bekerjasama meskipun berada di tempat yang berbeda jauh secara bersamaan melalui kolaborasi.

Pilar kedua, Analytics

Big Data menjadi sangat penting dalam memberdayakan kekuatan data dan informasi untuk memahami perilaku dan konteks, Big data digunakan dalam membuat keputusan yang lebih akurat, cepat, sederhana, dan terjangkau. Analytics menjadi tambang emas bagi pemasar dalam melakukan promosi yang tepat sasaran dan segmented. Tujuannya untuk meraih peningkatan penjualan maupun penurunan churn.

Pilar ketiga, Mobility

Melalui mobile device, setiap orang dapat bekerja dengan produktif secara fleksibel dimanapun mereka berada. Anda pun mungkin menjadi salah satu orang yang telah merasakan kemudahan itu.

Pilar keempat, Sosial Media

Social media sudah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Bagi bisnis, sosial media mampu menciptakan hubungan brand semakin kuat dalam membantu membangun komunitas, yang pada akhirnya meningkatkan kredibilitas. Sosial media bisa memberikan peningkatan produktivitas yang mencapai 25%. Di tengah berlimpahnya informasi, rekomendasi, cerita, interaksi, menjalin hubungan, dan kolaborasi melalui media sosial akan menjadi elemen yang menentukan kisah sukses sebuah produk.

CAMS memampukan siapapun untuk mendistrupsi bisnis. Seperti halnya cloud mampu mengubah bisnis di hardware atau server, demikian pula analytics mengubah bisnis konsultan pemasaran dan startegi. Sementara itu, mobility mengubah bisnis komputer atau PC, dan sosial media mengubah bisnis telekomunikasi.

Perubahan digitalisasi dunia ini tentunya akan berdampak bagi perkembangan dunia TIK di Indonesia.

* Tulisan ini disarikan dari Buku Silicon Valley Mindset karya Indra Utoyo.