Alita Smart Poultry: Solusi Pintar Peternak Unggas

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap daging dan telur ayam sangat tinggi. Bahkan, keduanya termasuk dalam komoditas yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat, terlihat dari data yang dirilis oleh Kementerian Pertanian pada periode Mei-Agustus 2021 diperkirakan kebutuhan daging ayam sebesar 800.636 ton dan telur ayam sebesar 1.721.384 ton.

Ketersediaan daging dan ayam harus dijaga untuk mengimbangi tingginya permintaan. Dalam upaya memenuhi kebutuhan terhadap daging ayam dan telur, para peternak menghadapi berbagai tantangan.

Para peternak perlu mengantisipasi suhu kandang ayam yang tidak stabil dan mudah berubah untuk menjaga produktivitas dan kualitas unggas. Peternak harus rutin mengontrol suhu di kandang minimal sehari tiga kali sehari. Hal ini memakan waktu dan biaya.

Tidak hanya itu, dalam pengaturan pemberian makan, peternak juga mengalami kendala di mana pakan ayam yang diberikan terkadang terlalu banyak, membuat kandang menjadi kotor dan menjadi sarang penyakit.

Ayam merupakan hewan yang sensitif. Mereka membutuhkan suhu yang hangat dan stabil. Jika suhu di dalam kandang tidak stabil, pertumbuhan ayam ternak akan terganggu. Ayam menjadi malas makan dan hanya bergerombol di dalam kandang.

Untuk mengatasi ini, peternak tradisional selalu memeriksa kandang ayam hingga beberapa kali dalam sehari. Upaya tersebut memakan waktu dan tenaga yang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.

Solusi IoT Smart Poultry dari Alita Praya Mitra akan mendigitalisasi peternakan unggas mulai dari pemantauan langsung hingga otomatisasi termasuk perangkat, konektivitas jaringan, platform IoT, hingga aplikasi.

Smart Poultry dilengkapi sensor yang membantu peternak  memantau kondisi lingkungan ternak secara langsung dari jarak jauh. Peternak dapat mengetahui kondisi suhu, kelembaban, tingkat cahaya, kecepatan angin, kadar CO2 dan amonia melalui ponsel dengan kualitas data yang lebih akurat serta tersimpan di cloud.

Sebagai gambaran, sensor pemancar karbondioksida dalam Smart Poultry dapat mengukur suhu pada rentang 30-50 derajat celcius dan beroperasi di berbagai jaringan seperti 4G, LoRa, 5G, NB-IoT, GPRS dan lain sebagainya, dengan konsumsi tenaga rendah, kurang dari 0,4Watt.

Berbagai sensor dalam solusi Smart Poultry dipantau melalui satu dashboard. Terkait keamanan data, jika ada masalah dapat diwaspadai ke sistem dan log atau data dapat disimpan ke cloud sehingga data akan aman.

Peternak juga dapat menganalisis kinerja beberapa indikator yang ada seperti feed conversion ratio (FCR), index performa (IP), feed efficiency (FE), dan depletion atau mortality rate melalui dashboard unggas Smart baik melalui website maupun aplikasi mobile.

Dengan sejumlah solusi yang ditawarkan oleh Smart Poultry, memungkinkan para peternak meningkatkan produktivitas peternakan, seiring dengan peningkatan kualitas hidup hewan ternak.

Peningkatan produktivitas juga didorong oleh hasil analisa mendalam peternak dari data-data yang berhasil dikumpulkan, sehingga menghasilkan keputusan yang tepat berbasis data.

Selain itu, solusi ini akan membuat peternak makin efiesien dalam pengaturan waktu, sehingga peternak dapat mengalokasikan waktu yang dimiliki untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

Jadi, siapkah Anda meningkatkan produktivitas dengan Smart Poultry dari Alita?